Laporan Arus Kas Terkini (Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015)

Hingga per awal Agustus 2016, standar akuntansi yang berlaku di Indonesia adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per efektif 1 Januari 2015. Menurut PSAK 1 (Penyesuaian 2014): Penyajian Laporan Keuangan (diadopsi dari IAS 1 Presentation of Financial Statements per efektif 1 Januari 2014), paragrap 10, komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari:

  1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode;
  2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
  3. Laporan perubahan ekuitas selama periode;
  4. Laporan arus kas selama periode;
  5. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lain;
    (ea) Informasi komparatif mengenai periode terdekat sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraph 38 dan 38A; dan
  6. Laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya sesuai dengan paragraph 40A-40D.

Dan menurut PSAK 2 (Penyesuaian 2014): Laporan Arus Kas (diadopsi dari IAS 7 Statement of Cash Flows per efektif 1 Januari 2014), paragraph 10, bagian Penyajian Laporan Arus Kas, laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktifitas:

  1. Operasi;
  2. Investasi; dan
  3. Pendanaan.

Selanjutnya pada paragraph 18, bagian Pelaporan Arus Kas Dari Aktifitas Operasi, Entitas melaporkan arus kas dari aktifitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut:

  1. Metode langsung, dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto diungkapkan; atau
  2. Metode tidak langsung, dengan metode ini laba atau rugi disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh transaksi yang bersifat nonkas, penangguhan, atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan, dan pos penghasilan atau beban yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Pada paragraph 19, masih di bagian Pelaporan Arus Kas Dari Aktifitas Operasi, Entitas dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktifitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Metode langsung menyediakan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan oleh metode tidak langsung.

PT. BSC Indonesia adalah konsultan resmi Sage 300 ERP (Accpac) yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan solusi Sage 300 ERP Accpac di
berbagai perusahaan nasional dan multinasional di Indonesia. Silahkan hubungi kami untuk konsultasi solusi atas permasalahan perusahaan Anda.