Mekanisme Pencatatan Pemasukan dan Pengeluaran Barang

Dengan diterapkannya Peraturan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) yang mewajibkan seluruh perusahaan di kawasan berikat
untuk mempunya aplikasi online IT Inventory Bea Cukai, maka perusahaan diharuskan memiliki software yang digunakan untuk
mencatat aktifitas keluar masuk barang dengan sistem online yang dapat di akses oleh pihak DJBC.

Berikut ini mekanisme pencatatan dan pengeluaran barang dalam IT Inventory Bea Cukai:

  • Pemasukan / penerimaan barang
    • Setiap pemasukan barang ke perusahaan dilakukan perekaman pada IT Inventory. Perekaman dilakukan sesuai jumlah
      fisik barang yang diterima oleh bagian gudang.
    • Setiap pencatatan penerimaan barang dalam IT Inventory harus dilengkapi dengan jenis, nomor, dan tanggal dokumen
      pemberitahuan pabean.
    • Dalam dokumen penerimaan barang bersifat hardcopy maka perlu diotorisasi oleh petugas yang berwenang melakukan
      otorisasi.
    • Dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang tersebut, berupa:
TPB Fasilitas Pembebasan
dan Pengembalian
BC 2.3
BC 2.7
BC 4.0
PPFTZ-02
BC 2.0
BC 2.5
PPFTZ-01
  • Pengeluaran Barang
    • Setiap pengeluaran barang dari perusahaan dilakukan perekaman pada IT Inventory. Perekaman dilakukan sesuai jumlah
      fisik barang yang dikeluarkan.
    • Setiap pencatatan pengeluaran barang dalam IT Inventory harus dilengkapi dengan jenis, nomor, dan tanggal dokumen
      pemberitahuan pabean.
    • Dokumen pabean pengeluaran barang tersebut, berupa:
TPB Fasilitas Pembebasan
dan Pengembalian
BC 3.0
BC 2.7
BC 2.5
BC 4.1
Berita Acara Pemusnahan
BC 3.0
SSTB
BC 2.4

BSC Indonesia telah menyediakan IT Inventory (Bea Cukai Software) yang memudahkan Anda
untuk mengelola pergerakan dan nilai persediaan sampai menghasilkan informasi bagi stakeholder
termasuk DJBC. IT Inventory Software ini juga memudahkan perusahaan dalam melakukan rekonsiliasi dengan dokumen kepabeanan di KPPBC. Silahkan hubungi kami untuk konsultasi atas permasalahan perusahaan Anda.