Sekarang kita akan membahas 3 metode costing berikutnya yang umumnya digunakan untuk menentukan nilai persediaan dan nilai harga pokok penjualan (COGS):

  1. Metode Biaya Terakhir (Most Recent Cost)
    Di metode ini, nilai cost untuk setiap item barang ditentukan dari nilai terakhir saat terjadi pembelian. Contoh: Item ‘A’ dibeli dengan harga $10 per unit dan kemudian dibeli lagi $15 per unit, maka harga pokok nya adalah $15.
  2. Metode Lot Number (Nomor Lot)
    Setiap item dikelompokkan dan diidentifikasi lewat nomor Lot. Nomor Lot biasanya digunakan untuk tujuan costing dan tracking (pelacakan). Metode ini akan cocok jika item barang diidentifikasi berdasarkan kelompok (unit group) seperti makanan dan obat-obatan. Nomor Identifikasi Lot ini akan diperlukan setiap kali unit barang diterima atau terjual dari Inventory. Jadi harga pokok setiap item barang yang terjual akan sama dengan harga beli setiap item di setiap lot yang terjual.
  3. Metode Nomor Serial (Serial Number)
    Lewat serial number, setiap item barang dan harga belinya akan teridentifikasi secara unik. Nomor seri biasanya digunakan pada komputer dan alat-alat elektronik. Harga pokok pada saat barang terjual akan sama dengan harga beli setiap item untuk setiap nomor seri yang terjual.

 

PT. BSC Indonesia adalah konsultan resmi Sage 300 ERP (Accpac) yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan solusi Sage 300 ERP Accpac di berbagai perusahaan nasional dan multinasional di Indonesia. Silahkan hubungi kami untuk konsultasi solusi atas permasalahan perusahaan Anda.