Bagi para staff accounting, tentu hal ini bukanlah hal yang asing. Setiap perusahaan pada umumnya pasti melakukan pembukuan aktiva tetap. Nah, lewat artikel ini kita akan coba melihat sekilas apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan manajemen aktiva tetap sehingga kita dapat melakukan pembukuan dengan benar:

  1. Akuisisi aset (Asset Acquisitions)
    Pencatatan aset baru biasanya dilakukan setelah penerimaan item barang yang dibeli (PO Receipts), setelah penerimaan AP Invoices ataupun barang yang didapatkan dari projects dan kemudian dikonversi menjadi aset perusahaan.
  2. Penyusutan aset (Assets Depreciation)
    Ada beberapa metode penyusutan yang bisa digunakan, umumnya metode rata-rata (average) atau garis lurus dimana penyusutan dilakukan setiap bulan dengan nilai yang tetap. Beberapa perusahaan juga melakukan depreciation projection (proyeksi penyusutan) untuk keperluan financial planning.
  3. Penyesuaian (Assets Adjustment)
    Penyesuaian aset dilakukan untuk mendapatkan nilai buku perusahaan dan untuk penyajian pajak. Atau kita perlu melakukan penyesuaian terhadap metode penyusutan dan periode penyusutan. Atau ada kebutuhan untuk memindahkan aset terkait projects yang sedang berjalan misalnya antar lokasi cost-centers.
  4.  Penyelesaian aset (Assets Disposal)
    Setelah menjalani periode penyusutan, aset yang dimiliki akan menjadi nol. Atau kadang aset dijual sebelum penyusutan berakhir.
  5. Penggabungan/pemisahan aset ( Merge/Split Assets)
    Kadang perusahaan perlu memecah satu aset menjadi beberapa aset atau sebaliknya beberapa aset dilebur menjadi satu aset.

 

BSC Indonesia adalah konsultan resmi Sage 300 ERP (Accpac) yang sudah berpengalaman dalam mengimplementasikan solusi Sage 300 ERP Accpac di berbagai perusahaan nasional dan multinasional di Indonesia. Silahkan hubungi kami untuk konsultasi solusi atas permasalahan perusahaan Anda.